viva hilda
[[viva_hilda]] last edit on Jan 24, 2007 5:55 PM by Anonymous

SEDIKIT CERITA TENTANG UJIAN PhD VIVA KU


oleh Hilda Rossieta

MENJELANG UJIAN:
  • Ujian tanggal 23 Agustus 2006, jam 10.30, dua hari setelah hari ulang tahun ayahanda tercinta, alm. Mudah2an isyarat baik.
  • Mendekati d day, cuaca summer yang biasanya panas kaya di oven, mulai mendingin dan sering hujan. Badan udah nggak enak nih, meriang, keseringan begadang dan kurang makan, sering 'doktor, mondok di kantor ku di kampus mempersiapkan d day yang katanya penuh horror itu.
  • D day, pagi hujan deras. Karena badan udah soak, dan nggak mau keliatan kumuh karena kehujanan kalo naik bis, pagi itu ane naik taksi dong ke kampus..he..he.I deserve a bit of luxury after all my hard work .iya kan.
  • Sampe kampus jam 8.00 am, masih sepi. Janji sama supervisorku si mata biru -yang cakep kalo lagi senyum tapi nyeremin kalo lagi ngambek.he..he..siapa yang nggak ya?- jam 9.30 am. Masih 1, 5 jam lagi, nervous nih. Untuk ngisi waktu, aku bikin skema ttg significant findings dari thesisku. Nervous tetep nggak ilang, malah tambah parah. Aku ambil wudhu, niat mau sholat dhuha. Tapi waktu ternyata udah jam 9.30. Maka terbanglah aku ke ruang Prof.ku. Come what may, aku pasrah lillahi ta 'ala.
  • Entah dia mau ngapain lagi, kaya ayam mau nelor, bulak-balik nyuruh aku ketemu dia sebelum maju viva. Kayanya dia kuatir sama aku yang lebih sering dengerin dia ngomong daripada diskusi. 'Kalo gitu gayanya, gimana nih ibu bisa lulus?', gitu kali pikirnya. Makanya sejam sebelum ujian, aku di 'drill' lagi sama dia, intinya, aku harus lebih assertif dalam menjawab pertanyaan2 nanti, jangan gampang nyerah dan setuju aja sama saran dan kritik penguji. 'This is your work, and you must defend it', gitu katanya.
  • Aku emang lebih banyak setujunya sama ide dia daripada ngebantah selama proses pembuatan thesis ini. Sebenernya bukan aku nggak ingin argue, tapi dia kayanya emang doyan ngajarin, dan aku ngerasa nggak sopan kalo motong orang lagi ngomong, ya udah.jadi dengerin deh sampe abis. Tapi taunya nggak abis2 dia ngomong.he..he..sampe jam konsultasi habis.
  • Yang paling frustasi kalo aku punya ide, dengan bangga dong aku diskusikan sama dia. Tiba2 matanya yang biru jadi lebih gelap, terus mukanya berubah serius dan seraaaammm, keluar deh tuh pertanyaan2 yang mengkritik 'temuanku'....langsung deh....hilang pedeku....kaya kerupuk kesiram air...langsung kempes...dan ngeloyorlah aku dengan muka tertunduk. Kalo udah gitu, dia langsung kasih semangat. 'Come on Hilda, keep going on, you're in the right direction'.
  • Addduuuhhh.keep going on gimana, aku udah begadang bermalam-malam, baca banyak artikel dan text book, pas ketemu dia, ideku dibantai dengan 'wajah dingin'. Tapi ajaibnya, setelah menenangkan emosi, kritik2nya itu membuat aku berpikir dan mengeksplore lebih jauh. So, buatku, dia bisa memberikan 'inspiring' dan 'stimulating' critique. Jadi rupanya dengan cara itu dia memberikan bimbingan.

EKSEKUSI PEMBANTAIAN:
  • Pas jamnya tiba, dia nganterin aku ke ruang ujian, memperkenalkan aku sama para penguji. Wah.... si Bapa bener2 kaya induk ayam yang posesif nih. Dia bilang pada para penguji 'Tomorrow is the Man City match, and today is her viva. So, give me a double happiness'. Apa maksudnya ya? Pesan sponsor nih kayanya. Ku lihat kedua penguji nggak ngejawab, hanya senyum2 dikulum. Setelah Prof.ku pergi meninggalkan aku sendiri...hiiiyyyy...takuuuuttt, maka 'pembantaian' pun dimulai, jreng.eng..ing.eng.
  • Seperti ku baca di internet, pertanyaan klasik yang pertama kali keluar adalah: 'please tell us about your thesis'. Yah, karena thesisku cukup complicated, ttg 'lobbying on accounting standard on derivatives financial instruments', ya jadi panjang lebarlah aku cerita. Ada kira2 setengah jam, saking asyik dan antusiasnya aku cerita, aku baru sadar bahwa kedua pengujiku cuma bengong dengerin ceritaku. He..he..kayanya aku yang kasih kuliah nih, mestinya kan mereka yang nanya. Maka aku pause, dan tanya pada kedua examiner ku 'sorry, is there anything you want to ask?'
  • Episode selanjutnya pertanyaan2 rutin yang udah aku antisipasi. Sampai pada suatu point, yang kayanya mrk menganggap bahwa thesisku bukan termasuk lobbying studies, tapi lebih pada aspek financial derivativesnya. Waduh.....gawat ini, kalo aku nggak bisa meyakinkan mereka, bisa2 aku dapat B1, alias major correction, dikasih waktu satu tahun untuk ngerjain koreksi, dan yang lebih parah lagi, waktu resubmit harus bayar lagi 250 poundsterling. Kayanya aku udah nggak punya tenaga dan resources untuk marathon sejauh itu lagi. Yah sudahlah, aku berngotot-ria, mereview berbagai approach lobbying studies, dan juga previous studies on corporate use of derivatives. Aku ngerasa, Prof. Christine Helliar, external examinerku, mepet terus, karena dia berlatar belakang finance, ingin menyeretku ke arenanya dia. Tapi internal examiner, Prof. Stuart Turley, kayanya lebih sepaham denganku, karena dia sama2 berlatar belakang akuntansi. Atau karena dia orang intern MBS, dan sama2 fans nya Man City FC seperti Prof.ku, jadi belain aku, dan pengen kasih 'double happiness' sama Prof.ku dengan nonton bola bareng2 setelah aku lulus? Entahlah...
  • Setelah terjadi 'perngototan' kurang lebih sejam, kayanya mereka mulai kehabisan peluru, mulai liat2 jam...dan akhirnya....aku disuruh tunggu dulu diluar. Karena tadi Prof.ku si mata biru bilang aku disuruh langsung ke kamarnya kalo viva selesai, maka aku bilanglah gitu sama para pengujiku. Terus, ajaibnya mereka bilang 'Would you like us to go there, or, would you and Andy (Prof.ku namanya Andrew W Stark, biasa dipanggil Andy) come here to hear the verdict'. Waduh...aneh ini. Masa penguji yang dateng ke kamar Prof.ku, gak lazim lah. So..aku bilang, biar aku & Andy yang datang ke ruang ujian.
  • Sampe kamar Prof.ku, aku megangin kepalaku sambil senyum2 nervous. 'How is it Hilda?', gitu katanya. Aku bilang bahwa aku disuruh tunggu, dan mereka akan dateng kasih tau kalo udah punya keputusan. Kira2 10 menit kemudian, Prof. Helliar dateng ke kamar Prof.ku, kasih tau bahwa mereka udah punya keputusan. Deeggggg...deeeggggaaannn...lah jantungku. Terus Prof. Helliar tanya sama Prof.ku, 'are you coming with us or just waiting here? 'Prof.ku bilang dia mau ikutan aja, sambil sekalian ngobrol2. Wah, pertanda apa ini? Aku sibuk ngebayangin berbagai scenario di kepalaku kalo aku dapet nilai A2 atau B1. Nilai A1 nggak mungkin, karena aku sendiri udah banyak nemiun typo error waktu persiapan belajar untuk viva.

AND.THE VERDICT IS..:
  • Bener dugaanku, pertimbangan utama dalam jawabanku adalah ketika aku defend bahwa ini termasuk lobbying studies dan bukan corporate derivatives studies. Kedua studies itu mempunyai methods and methodology yang berlainan. Jadi bandul berayun antara A2 dan B1. Kalo argumenku berhasil meyakinkan mereka bahwa thesisku adalah tentang lobbying studies, maka selamatlah aku dapet A2, kalo nggak, maka B1. And the verdict is ..tik.tak.tik.tak.tik..tak.(bunyi jam nih ceritanya.kayanya lamaaaaa..banget nunggu hasil kesimpulan mereka tentang argumen2ku) .mereka berpendapat bahwa aku berhasil defend, dan bisa dapet A2.Artinya, aku langsung dpt PhD ku, dan diberi waktu maksimum sebulan untuk melakukan minor correction sebelum thesisku di 'hard binding'. Alhamdullillah... Prof.ku langsung mendukung keputusan itu dengan gembira, dan mengeluarkan berbagai argumen yang menunjukkan bahwa thesisku emang lobbying studies. Aduh si Bapa, bener2 sayang kayanya dia ama aku...he..he..geer nih ye...padahal dia takut kalo harus bimbing aku satu tahun lagi kali, udah kapok.ha.ha.ha.
  • Ya sudahlah, aku di salam2in...dibilangin 'well-done well-done'...dan mereka pergi bertiga makan siang. Aku terbang ke kamar kerjaku, nggak berhenti ngucapin Alhamdullilah.langsung telepon ibuku, ngucapin terima kasih udah do'ain aku, sms anak2ku, sodara2 dan teman2 sekalian.
  • Tiba2 aku inget, tadi kan aku niat mau foto2 sama Prof.ku dan para penguji itu. Langsung aku balik ke bawah, ke ruang Prof.ku, nggak ada, restoran nggak ada, coffee shop, nggak ada...yah...nggak rejeki nih. Ya sudah, balik lagi deh ka doctoral suite, ketemu temen2 PhD, pada nyalamin, terus foto2. Abis waktu makan siang, aku balik lagi ke ruang Prof.ku, foto dong daku sama do'i..he..he..sayangnya internal sama external ku sudah chao. Mau liat fotonya? Entar ya...sabar....masih ada masalah teknis...

POST VIVA EVENTS:
  • Tinggal sprint episode terakhir nih, ngerjain koreksi thesis sesuai dengan feedback terakhir di ujian viva. Kalo udah di setujui internal examiner, maka baru benar2 bebaslah aku. Tampaknya beberapa malam ini aku kembali akan 'doktor', mondok di kantor, untuk koreksi thesis sambil tunggu surat resmi viva verdict dari Universitas. Week end ini Prof.ku mau libur ke Greece, jadi Jum'atnya aku harus kasih laporan tentang rencana koreksiku. Sa'at yang bersamaan, ada sedikit masalah keluarga yang urgen di tanah air, jadi nggak bisa fokus ke korekasi nih. Akhirnya ketemu Prof.ku hanya ngobrol2 yang ringan dan yang lucu, sambil berjanji akan kirim laporanku lewat email. Mungkin ini pertemuan terakhir, karena aku nggak tau apa dia udah pulang kalo aku mudik nanti. Hik..hik.sedih juga akan berpisah dengan pak Tua ini.hik..hik.biarpun kalo lagi judesnya keluar ngomongnya suka nyelekit banget, tapi do'a banyakan baiknya kok daripada judesnya...
  • Alhamdullillah...1000X, kejadian juga aku jadi PhD, unbelievable!!
  • Sara, Lukman, kali ini mama pulang dengan one way ticket, and you guys don't have to worry about us being far apart anymore .Mamie, setelah pulang ini, Hilda sekarang nggak akan pergi jauh lama2 lagi.. Alhamdullillah 1000X..TERIMA KASIH YA ALLAH, SEMUA INI TAK AKAN TERWUJUD TANPA KEHENDAK-MU.